Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Struktur Surat Lamaran Kerja Yang Wajib Ada dan Penulisannya

Untuk membuat surat lamaran kerja menarik perhatian bukan hanya dilihat dari kerapian tulisan saja. Diantaranya yang turut menjadi perhatian penting adalah tata cara penulisan, penggunaan tata bahasa, design, kalimat penyampaian harus sopan santun, format tulisan dan kertas serta sebagainya.

Semuanya harus memenuhi standar baku dan dibuat dengan baik dan benar.

Sebagai informasi buat anda, salah satu perhitungan pihak HRD atau bagian penerima kerja menilai sebuah lamaran kerja milik anda terletak pada kerapian dalam penulisannya, baik dalam tulisan tangan maupun menggunakan komputer dan berkas pendukung yang anda lampirkan.

Menggunakan komputer memang hasilnya lebih rapi, tetapi apakah anda memperhatikan ukuran margin, penggunaan huruf besar dan kecil, paragraf space, ukuran font dan sebagainya. Faktor ini akan sangat dipertimbangkan, apalagi posisi yang hendak anda lamar adalah sebagai bagian administrasi, keuangan atau sebagainya yang harus memiliki skill ketelitian.

Ada beberapa aturan untuk membuat surat lamaran kerja. Jadi, tidak asal tulis begitu saja.

Jika dilihat dari sisi tata cara penulisan baku, kebanyakan pelamar kerja dalam menulisnya seringkali membuat sebuah kesalahan.

Misalnya saja tentang format penulisan kata "Kepada Yth", seharusnya cukup dituliskan "Yth" jika berpacu pada penulisan format baku. Kemudian mengenai penulisan singkatan sebuatan nama seperti kata "Bapak/Ibu" adalah penulisan yang benar, bukan "bapak/ibu". Dan masih banyak lagi kesalahan yang sering ditemukan.

Walaupun sebenarnya kesalahan itu sangatlah sederhana. Akan tetapi, fatal akibatnya.

Untuk itu, tetaplah membaca informasi ini agar kesalahan itu tidak anda lakukan.

1. Perhatikan Penulisan Tanggal Surat

Terkadang ada pelamar kerja menuliskan tanggal surat pada posisi kurang tepat seperti ditempatkan pada bagian sisi kiri atas kemudian ditempatkan di bawah kalimat penutup. Padahal menurut aturan baku, penempatan tersebut adalah salah. Lantas, seperti apa cara penulisanya ? :
  • Tanggal surat ditulis disebelah kanan atau ditempatkan di bagian bawah, ditulis juga identitas pengirimnya
  • Nama bulan ditulis dengan huruf dan jangan disingkat (Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember) tidak boleh ditulis dengan Jan, Feb, Mar, Apr dan sebagainya.
  • Sebagai contoh : 5 Febuari 2016 bukan 5 - 2 - 2016 

2. Lampiran

Kata lampiran bermakna tambahan. Tambahan inidapat berupa kertas surat, surat, foto copy ijazah atau salinan surat - surat bersifat resmi. Kata lampiran wajib harus dicantumkan jika anda ingin melampirkan beberapa berkas pendukung seperti curriculume vitae. Aturan penulisannya adalah sebagai berikut :
  • Huruf awal kata lampiran ditulis dengan kapital
  • Boleh disingkat dengan lamp.
  • Diakhir baris tidak dibubukan tanda titik
  • Penulisan kata lampiran diikuti tanda titik dua
  • Antara tanda titik dua dan kata - kata yang mendahuluinya, tidak disela spasi, sedangkan tanda titik dua dengan kata yang mengkutinya disela spasi

3. Perihal Surat

Penulisan perihal surat sama dengan pokok surat. Makna kata perihal bearti soal, urusan atau tentang sesuatu. Berikut ini penulisan hal yang tepat pada surat lemaran kerja:
  • Huruf awal kata perihal ditulis dengan huruf kapital
  • Perihal surat diusahakan singkat tetapi jelas
  • Penjang perihal jangan sampai melebihi satu baris
  • Huruf awal perihal ditulis dengan huruf kapital
  • Kata perihal diikuti tanda titik dua
  • Diakhir baris tidak dibubuhkan tanda titk dan barisnya tidak bergaris bawah

4. Penulisan Alamat Surat

Pada bagian ini sering terjadi kesalahan seperti menuliskan kata "kepada". Padahal penulisan kata "kepada" hanya ditulis pada bagian amplop surat bukan di lembaran surat. Anda harus memperhatikan dalam penulisan alamat adalah sebagai berikut :
  • Kata - kata yang terhormat disingkat Yth
  • Huruf awal singkatan yang terhormat ditulis dengan huruf kapital
  • Kata kepada tidak perlu dicantumkan
  • Sapaan ibu, bapak dapat digunakan jika diikuti nama orang dan huruf awal sapaan itu ditulis dengan huruf kapital
  • Jika jabatan seseorang hendak dicantumkan, kata sapaan tidak digunakan agar tidak ada kerancuan penulisan
  • Kata jalan disingkat jln atau dibiarkan utuh "Jalan"
  • Diakhit baris alamat tujuan tidak dibubuhkan tanda petik

5. Salam Pembuka

Ada beberapa hal mesti anda diperhatikan dalam penulisan salam pembuka sebagai berikut :
  • Bentuk umum penggunaan kalimat sebagai "salam pembuka" adalah dengan hormat
  • Huruf awal pada kata dengan ditulis dengan huruf kapital
  • Penulisan dengan hormat diikuti tanda koma
  • Salam pembuka ditulis di margin kiri
  • Penulisan kalimat "salam pembuka" tidak menjorok ke dalam sebagai alinea baru

6. Bagian Isi

Bagian isi ini sangat menentukan dan penting sekali, karena merupakan wadah segala sesuatu yang akan disampaikan. Panjang atau pendeknya kalimat penyampaian pada bagian ini tergantung pada persoalan yang akan dikemukakan.

Secara umum, bagian isi ini terbagi menjadi bagian pembuka, bagian inti dan bagian penutup.

Bagian pembuka berisikan permasalahan merupakan pengantar terhadap permasalahan pokok. Pada umumnya panjang kalimat disampaikan tak lebih dari 1 paragraf harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat penerima surat untk membacanya.

Kemudian pada bagian inti harus disusun dengan cermat dan isinya harus ditulis dengan kata, kalimat mudah dimengerti oleh penerima surat. Kecermatan dapat meliputi pemilihan kata - kata harus tepat, penyusunan kalimat dan penulisan ejaan baku. Bagian isi terdiri dari beberapa paragraf dan pada bagian ini pula anda dapat menuliskan berkas penting apa saja untuk dilampiran.

7. Penutup

Bagian penutup cukup ditulis sesingkat mungkin berisikan sebuah harapan dan ucapan terima kasih. Penggunaan kalimat pada bagian ini pun cukup sederhana. Biasanya cukup menuliskan 2 hingga 3 kalimat pada bagian ini.

Berlangganan via Email